8 Fakta Tentang Tangguhnya Pendaki Zaman Dahulu

Pendaki Lawas, Jokowi, Hiking, Mapala
Foto Pendaki Zaman Dahulu, Terdapat Pak Jokowi

Beruntunglah kalian jika sekarang kalian bisa mendaki gunung dengan begitu mudahnya (meski tetap butuh perjuangan, setidaknya sekarang lebih mudah, akuilah). Tidak seperti zaman dahulu, ketika akan melakukan pendakian gunung adalah hobi yang ‘berat’ karena minimnya akses pengetahuan, peralatan, dan uang.

Pada era lawas zaman dahulu para pendaki disusahkan dengan banyak kendala mulai dari informasi pendakian, trek jalur pendakian hingga tansportasi untuk menuju basecamp. berikut ini saya rangkum Fakta Tentang Tangguhnya pendaki zaman duhulu:

1.Minim Akan Pengetahuan

Hal yang menjadi ganjalan utama pendaki zaman dahulu adalah minim akan pengetahuam, kurangnya info yang jelas akan jalur pendakian membuat mereka harus saling menukar informasi antara pendaki lainya.

wajar saja dahulu belum terdapat teknologi yang cukup canggih seperti sekarang, smartphone misalnya. dahulu belum terdapat smartphone untuk saling bertukar kabar, mungkin cuma hp biasa yang dapat digunakan untuk sms dan telfon saja.


2. Tidak Punya Smartphone

Pernah ada yang posting difacebook tentang bagimana susahnya mencari teman pendakian yang banyak pengalaman. sama, dahulu juga sulit untuk menemukan teman yang banyak pengetahuan tentang gunung. Tapi, sesulit-sulitnya cari teman pendakian, paling sekarang sudah terdapat jejaring sosial media seperti instagram,facebook bahkan twiter yang selalu ada untuk membantu menemukan partner.


3.Akses Transportasi Masih Sulit

Pada zaman dahulu ketika anda melihat pendaki yang naik bus itu dikategorikan pendaki yang cukup punya uang. mereka memilih naik bus karena memiliki uang yang lebih, akan memilih naik bus.

Sedangkan mereka yang naik gunung dengan biaya seadaanya biasanya akan lebih memilih nebeng mobil bak terbuka. bahkan bila tidak menemukan mobil tebengan, pendaki zaman dahulu rela berjalan kaki hingga berkilo-kilo.


4.Jalan Menuju Basecamp tidak sebagus Sekarang

bayangkan saja, pada zaman dahulu para pendaki harus berjalan kaki untuk menuju basecamp pendakian, penyebab utamanya dahulu basecamp belum mempunyai fasilitas yang bagus untuk menuju kesanaya. bayangkan saja ketika kalian mendaki gunung unggaran, pendakian dimulai dari Jimbaran lalu berjalan kaki menuju basecamp mawar. 


5.Mie Instant dan Kopi menjadi Logistik Utama

Pada waktu itu pilihan menu untuk pendakian cukup terbatas. meski mie instant tidak bagus untuk kesehatan, tapi  mie instant sangat praktis untuk dibawa bekal saat pendakian, selain mudah dibawa harganya pun tergolong murah.

Uang 5000 rupiah zaman dahulu bisa untuk membeli 10 bungkus mie instant. Nasi dan lauk sardenpun sudah dikategorikan menjadi makanan yang cukup mewah.

6.Untuk Dokumentasi, Pendaki Lawas Menggunakan Tustel

Pada dahulu pendaki lawas saat mengabadikan moment yang bagus hanya dengan menggunakan Tustel. tapi tahukan kalian apa itu tustel? istilah turtel sendiri digunakan untuk menyebut kamera atau alat potret

kamera jenis ini masih menggunakan roll film. untuk satu roll berisi 36. Beda dengan zaman sekarang untuk menggabadikan moment pun cukup menggeluarkan smartphone saja, untuk membawany pun cukup mudah tinggal dimasukan dalam kantong saja.

7.Keterbatasan Alat Pendakian

Para pendaki lawas zaman dahulu cukup kuat. mereka menggunakan alat yang pas-pasan, banyak pendaki lawas hanya menggunakan sandal saja untuk alas kaki. sedangkan untuk penghanggat badan mereka menggunakan jaket yang biasa, jika ada yang menggunakan jaket tebal bisa dikategorikan mereka sedikit mempunyai uang.

Berbeda dengan zaman sekarang, sekarang mereka dapat membeli peralatan pendakian yang standart atau layak digunakan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel