Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Cara memilih Trekking Pole Untuk Para Pendaki

Pendaki gunung akan membutuhkan beberapa alat yang digunakan untuk memudahkan pendaki untuk melakukan pendakian. Seperti dari alat yang digunakan secara bersama-sama seperti tenda, lampu senter, kompor, nesting, dan juga beberapa alat lainnya. Selain itu ada juga alat individu yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan mendaki gunung.
Misalnya saja ada sepatu atau sandal gunung, matras, sleeping bag, dan juga trekking pole yang merupakan tongkat yang sering digunakan oleh para pendaki. Tongkat tersebut mempunyai manfaat dapat membantu ketika melakukan pendakian di medan yang sulit. Ketika akan memilih alat ini sendiri sebaiknya memperhatikan beberapa tips berikut ini sehingga akan mendapatkan jenis tongkat yang terbaik:

Trekking Pole, Mendaki, Pendakian, Eiger
Foto/Pixabay

Pilihlah Trekking Pole yang ringan tetapi Kuat

Jika anda ingin membeli Tracking Pole pastikan anda tahu terlebih dahulu bahan mana yang paling kuat. Karbon dan Almunium adalah dua bahan yang sering terdapat pada tracking pole, bahan tersebut yang paling direkomendasikan untuk kalian beli. Karbon bersifat lebih kaku, kuat dan memiliki kelemahan mudah bengkok dan retak

Disisi lain bahan Almunium bersifat kuat tetapi mempunyai beban yang berat almunium tidak kalah kuat dibanding dari karbon namun penggunaan trekking pole dengan bahan yang terbuat dari almunium lebih berat dibanding dengan karbon.

Perbedaan Almuniun dan Karbonat
  • Alumnium terbuat dar bahan logam alumina. Sedangkan bahan baku penyusun stainless steel adalah nikel dan chrome.
  • Warna alumunium tampak lebih pucat dan kusam. Berbeda halnya dengan stainless steel yang berwarna perak mengkilap.
  • Bobot plat aluminium lebih ringan daripada plat stainless steel.

Pilihlah Trekking Pole yang ada Kunci Flip-Lock

Treking pole umunya terdiri dari 2 macam, yaitu trekiing pole yang dilengkap dengan shock dan trekking pole yang tidak dilenglapi shock. Shock sendiri berfungsi sebagai peredam getaran yang diharapkan dapat mengurangi nyeri pada tangan khusunya bagian siku-siku.

Kelebihan Shock
  • Dapat mengurangi nyeri tangan khusunya saat melakukan pendakian
  • Menghemat tenaga saat pendakian
  • Memudahkan jika terdapat trek yang susah dipijak atau dalam kondisi licin seperti saat trek berair habis hujan
  • Meringankan tumpuan pada siku lengan kita. 
Kekurangan Shock:
  • Kelemahannya adalah penggunaan shock memperlambat momentum yang ada ( pada jalan yang menanjak )
  • Kelenturan shock ini akan mengakibatkan banyak energy yang terbuang
Oleh karena itu pemilihan trekking pole dengan kunci flip lock sungguh-sungguh disarankan, karena kita dapat mengunci shock saat menanjak dan mengaktifkan shock saat via medan yang menurun. Selain itu trekking pole dengan kunci flip-lock lebih praktis dibandingkan dengan kunci twist lock yang pada penggunaannnya cenderung lebih mudah rusak.

Baca Juga : Cara Memilih Tas Carrier

Pilihlah Trekking Pole yang Sesuai dengan Postur Tubuh

Trekking Pole sejatinya adalah alay yang berfungsi untuk memudahkan kita dalam melakukan outdoor atau kegiatan pendakian. Pada umumnya Treking pole harus menyesuaikan dengan tinggi badan. Treking pole idealnya dapat menyusun sudut lengan menjadi 90 derajat.Sebagai contoh misalkan saya memiliki tinggi 175 cm, maka idealnya saya memilih trekking pole dengan panjang 125 cm.

Pilihlah Trekking Pole dengan Handle Sesuai

Handle adalah salah satu factor penting dalam pemilihan trekking pole. Ada sebagian bahan yang diaplikasikan sebagai handle, diantaranya adalah busa dan karet. Masing-masing bahan menawarkan profit dan kenyamanan namun juga memiliki sebagian kekurangan. 

Selain keseluruhan handle yang terbuat dari busa adalah paling favorit diaplikasikan. Handle dari busa lebih empuk dibandingkan dari bahan karet. Selain itu handle yang terbuat dari busa  dapat menyesuaikan dengan anatomi genggaman tangan anda saat diaplikasikan. Kelebihan lainnya adalah lebih ringan sehingga cocok dengan konsep ultralighthiking. Melainkan handle yang terbuat dari busa memiliki sebagian kekurangan, diantaranya 

Baca Juga:Jenis Kompor Lapangan Untuk Pendaki

Pilihlah Trekking Pole yang mudah dicari Partnya

Sebab kerap kali diaplikasikan maka trekking pole kerap kali kali mengalami kerusakan secara khusus pada basketnya. Selain pabrikan memproduksi trekking pole dengan berjenis-jenis ukuran basket. Selain ukuran yang berbeda, diameternya malahan juga berbeda sehingga antara produk yang satu dengan yang lainnya tidak sapat ditukar.

Oleh karena itu kalau mau membeli trekking pole lebih bagus membeli diantara kedua merk tersebut dan bilamana trekking pole anda mengalami kerusakan dapat membawanya ke toko untuk dapat menyesuaikan dengan ukuran basket yang cocok.
Sesuaikan desain dengan kebutuhan anda, pilihlah trekking pole yang mudah dibawa.
Pada lazimnya ada 3 macam desain dari trekking pole adalah : trekking pole yang terdiri dari 2 bagian, trekking pole yang terdiri dari 3 bagian dan terakhir trekking pole dengan bagian yang dapat dilipat seperti tiang tenda. Untuk lebih jelasnya anda dapat memandang gambar dibawah ini :

Pilih Trekking Pole dengan desaigan Lipat yang Bagus

Trekking pole contoh ini adalah yang paling ringkas dibandingkan dengan contoh-contoh lainnya. Selain diaplikasikan pada medan yang tidak terlalu berat dan pada orang yang memiliki berat badan yang ideal karena contoh ini dayanya tidak sekuat pada kedua contoh yang sudah disebutkan diatas. Selain itu contoh ini memiliki kekurangan adalah bagian basket yang tidak dapat dilepas atau diganti karena pabrikan mendesainnya sedemikian rupa untuk meminimalisr muatannya saat dibawa.