Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teror Penunggu Gunung Ciremai Via Linggarjati, Kisah Nyata!

Teror Penunggu Gunung Ciremai Via Linggarjati, Kisah Nyata!

Teror Gunung Ciremai Via Linggarjati berawal dari seorang yang bernama Taufikh FR Rizal mendaki gunung ciremai pada tahun 2002 silam. Ia mendaki bersama temanya yang berjumlah 7 orang. 

Agus mendaki pada saat akhir pekan, pada saat itu ia mendaki saat musim hujan, awalmula ia berniat mendaki gunung bersama 7 orang, akan tetapi malah bertambah ketika rombongan adik kelas agus ikut mendaki.

Agus bersama rombongan mendaki gunung Ciremai melalui jalur Linggarjati, Jalur Linggar jati di pilih karena  dekat dengan teman agus yang kebetulan juga ikut dalam pendakian. Waktu itu gunung Ciremai via Linggarjati masih dikelola oleh perhutani dan warga sekitar.

Baca Juga:Kakek Berjubah Putih Gunung Ciremai

Setelah melakukan simaksi ke jeng taruna dan warga, akhirnya agus dan teman-temanya memulai pendakian pada pukul 3 sore, dan waktu itu cuaca tidak cukup bagus (mendung).

Agus membawa 2 tas carrier yang berisi, logistik, sliping bang, matras dan peralatan lainya. kebetulan saat itu agus tidak membawa pakaian ganti.

Sesampainya di Pos Leweng datar hujan turun cukup deras dan rombongan mulai kehujanan. ia melanjutkan perjalanan menuju pos 5 dengan kondisi hujan-hujanan.

Sesampainya di Pos 5 agus menandakan kondisi yang cukup lemah, karena tas carrier yang ia bawa cukup berat. Teman agus mengulurkan bantuan untuk membawa tas carrier yang dibawa agus.

Awal Mula Kejanggalan

Sesampainya di Pos 8 sebelum bape tere, rombongan memutuskan untuk mendirikan tenda , mereka hanya menggelar tikar yang cukup besar dan tidur bertumpuk. Mereka beristirahat sambil makan seadanya.

Setelah semua tertidur sekitar tengah malam, Agus mereasa ada orang yang mondar-mandir ditempat ia beristirahat, ketika disenter tidak terlihat apa-apa.

Hilangnya 15 Tas pada Pagi Hari

Pada saat pagi hari tiba agus terbangun dan ia heran "Woy siapa sih yang nyembunyiin Tas Carrier?." Kata Agus. Semuan rombongan itu sontak kebingunan tas yang dibawa berada di Atas pohon, Tumpukan Daun. Akhirnya tas yang dicari ketemu lalu melanjutkan menuju puncak.

Singkat cerita agus beserta rombongan sampi dipuncak, waktu itu hanya beberapa teman yang mempunyai kamera hp. Setelah menikmati puncak, rombongan tersebut turu pukul 2 sore.

Baca Juga:Kisah Joe Brown, Pendaki Legendaris

Keanehaan terjadi saat rombongan turun dari pos 5 menuju basecamp, senter yang dibawa oleh agus dan teman-temanya mati secara bersamaan. ia sudah mencoba untuk mengganti batre, akan tetapi tetap tidak hidup.

Alhasil ia turun dengan mengikuti jalur yang remang-remang, Agus beserta rombongan tiba di basecamp pada pukul 11 malam dengan kondisi selamat semua.